Laut Maluku, Integrasi Konservasi dan Pertahanan Semesta

Ambon, 13 Januari 2026 – Laut Maluku kini menjadi simbol integrasi antara konservasi ekologi dan pertahanan semesta. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX) dan Yayasan Garuda di Lautku Inisiatif di Mako Kodaeral IX Ambon menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan masyarakat pesisir sebagai aktor utama dalam menjaga ekosistem sekaligus memperkuat cadangan pertahanan.

Provinsi kepulauan ini memiliki kekayaan bahari yang melimpah, namun ekosistem pesisir menghadapi ancaman kerusakan. Kerja sama ini lahir dari kesadaran bahwa masyarakat pesisir bukan sekadar penerima manfaat, melainkan bagian penting dari sistem pertahanan semesta. Dengan keterlibatan aktif warga, TNI AL memperkuat cadangan pertahanan sekaligus mendorong kesejahteraan lokal.

Sinergi diwujudkan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis masyarakat pesisir seperti pertanian, perikanan, perdagangan, hingga jasa yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi biru dan kesadaran bela negara. PKS ini menargetkan pengembangan jejaring strategis, integrasi potensi maritim dengan pembangunan nasional, peningkatan kapasitas masyarakat, serta konservasi laut berkelanjutan.

Kerja sama berlandaskan prinsip sinergi pertahanan dan pemberdayaan sipil, partisipasi masyarakat, riset berbasis data, orientasi kebijakan nasional, serta wawasan global yang membuka ruang diplomasi maritim Indonesia.

Dalam penandatanganan, Kolonel Laut (P) Philipus Sri Suharto, CIQnR, M.Tr.OPSLA., dalam kapasitas asisten teritorial mewakili Kodaeral IX, sementara Ketua Yayasan Garuda di Lautku, Hengki Hamino, menandatangani atas nama yayasan. Acara ini disaksikan jajaran pimpinan Kodaeral IX sebagai simbol komitmen bersama.

Kodaeral IX menegaskan komitmen untuk menggandeng pemerintah daerah, sivitas akademika, dan komunitas masyarakat di Maluku. Sementara itu, Yayasan Garuda di Lautku berkomitmen melibatkan kementerian/lembaga, sivitas akademika di luar Maluku, serta komunitas pecinta lingkungan hidup di tingkat nasional. Kolaborasi lintas aktor ini diharapkan memperkuat dan mempercepat pencapaian visi kerja sama. Program mencakup pembinaan SDM maritim, konservasi ekosistem, penguatan infrastruktur, riset teknologi ramah lingkungan, hingga diplomasi budaya bahari. Dengan komitmen ini, Maluku diharapkan tampil sebagai model integrasi maritim Indonesia di panggung internasional.