Forum Pakar Maritim
A. Latar Belakang
Indonesia, khususnya Maluku, memiliki kekayaan biodiversitas laut yang menjadi aset strategis bangsa. Pembangunan proyek energi nasional di kawasan pesisir dan laut harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga dan meningkatkan biodiversitas. Konsep Net Gain Biodiversity (NGB) hadir sebagai standar internasional yang menekankan bahwa setiap pembangunan harus menghasilkan manfaat ekologis lebih besar daripada dampak yang ditimbulkan.
Dalam konteks pertahanan semesta, harmoni manusia dan alam menjadi inti dari ”Pengembangan Sistem Pertahanan Negara dalam Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan NKRI”. Pertahanan maritim tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga memastikan ekosistem laut tetap produktif dan lestari. Lebih jauh, penerapan NGB juga terkait langsung dengan pengentasan kemiskinan, karena ekosistem yang sehat mendukung ketahanan pangan, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Forum Pakar Maritim ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan rekomendasi teknis yang dapat dijadikan acuan nasional maupun internasional, sehingga Maluku tampil sebagai model integrasi antara kedaulatan maritim, konservasi biodiversitas, dan pengentasan kemiskinan.
B. Tujuan Kegiatan
- Merumuskan rekomendasi teknis penerapan Net Gain Biodiversity di sektor energi dan konservasi laut.
- Membangun sinergi multi-sektor antara pertahanan maritim, pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat.
- Menegaskan Maluku sebagai model integrasi pembangunan energi, konservasi biodiversitas, dan pertahanan semesta.
- Menghasilkan warisan ekologis sekaligus sosial yang memperkuat kedaulatan NKRI dan diplomasi maritim Indonesia.
C. Ruang Lingkup Pembahasan:
- Konsep dan Prinsip Net Gain Biodiversity (NGB): Pemahaman dasar dan prinsip penghindaran, pengurangan, pemulihan, serta pemberian manfaat tambahan.
- Integrasi NGB dalam Pembangunan Energi dan Migas: Penerapan NGB pada proyek energi pesisir dan laut, termasuk regulasi hulu migas dalam konteks PSN Masela.
- NGB dan Pertahanan Semesta: Keterkaitan ekosistem laut sehat dengan pertahanan maritim serta peran TNI AL dalam mendukung konservasi berbasis pertahanan.
- NGB dan Pengentasan Kemiskinan: Penciptaan lapangan kerja melalui restorasi ekosistem, ekowisata, dan budidaya berkelanjutan serta integrasi konservasi dengan program pemberdayaan masyarakat.
- Peran Akademisi dan Riset Ilmiah: Fondasi ilmiah untuk indikator keberhasilan NGB. kontribusi perguruan tinggi dan lembaga riset dalam monitoring dan evaluasi.
- Sinergi Multi-Sektor dan Diplomasi Maritim: Kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, masyarakat, dan komponen pertahanan untuk menjadikan Maluku sebagai model integrasi pembangunan energi, konservasi, dan kesejahteraan.
D. Tema Diskusi:
“Net Gain Biodiversity: Warisan Ekologis untuk Maluku dan Indonesia”
E. Waktu dan Tempat:
- Waktu : 24 Februari 2026
- Tempat : Raja Seafood Restaurant, Jl. Wolter Monginsidi No.17-20, Ambon.
- Metode : Hybrid
F. Keynote dan Invited Speakers
- Keynote Speakers:
- Wakil Kepala BRIN: Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian.
- Gubernur Provinsi Maluku: Hendrik Izaac Lewerissa, S.H., LL.M.
- Pembina Yayasan: Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas
- Invited Speakers:
- Kepala SKK Migas: Djoko Siswanto
- Direktur Konservasi Ekosistem dan Biota Perairan: Firdaus Agung, Ph.D
- Dekan FPIK Unpad: Dr. Sunarto, S.Pi., M.Si
- Panglima Armada 3: Laksda TNI Dato Rusman
- Moderator:
- Dekan FPIK Unpatti: Prof. Dr. Yoisye Lopulalan, S.Pi., M.Si.
G. Peserta Diskusi:
- Perwakilan Pemerintah Pusat dan Daerah (KKP, SKK Migas dan Pemda)
- Civitas Academica (UNPATTI dan UNPAD)
- Bupati/Walikota serta Forkopimda se-Maluku
- Lembaga riset kelautan (BRIN)
- Industri energi dan migas (INPEX Masela, PETRONAS, PERTAMINA)
- TNI AL dan unsur pertahanan maritim
- Masyarakat pesisir dan jurnalis.
H. Output yang Diharapkan:
- Dokumen rekomendasi teknis untuk implementasi Net Gain Biodiversity di Masela Project.
- Draft indikator keberhasilan NGB yang dapat diadopsi oleh pemerintah dan industri.
- Peta kolaborasi multi-sektor untuk mendukung konservasi perairan pesisir Maluku.
- Narasi strategis tentang warisan ekologis sebagai bagian dari diplomasi energi dan konservasi Indonesia.
I. Penyelenggara Kegiatan:
Yayasan Garuda Di Lautku Inisiatif bekerja sama dengan mitra akademisi, pemerintah, industri, masyarakat dan jurnalis.
J. Penutup
Diskusi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa pembangunan energi nasional di Maluku tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga meninggalkan warisan ekologis yang memperkuat kedaulatan maritim dan keberlanjutan lingkungan Indonesia.


