JAKARTA, –Direktorat Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Badan Riset Dan Inovasi Nasional secara resmi menjalin kerjasama dengan Yayasan Garuda Di Lautku Insiatif tentang Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Sektor Kemaritiman.
Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilakukan oleh Ketua Yayasan Garuda Di lautku Inisiatif, Hengki Hamino, dan Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Ratih Damayanti, di Gedung BJ Habibie, Jakarta, pada Jumat lalu (4/7).
Perjanjian kerjasama bertujuan untuk mewujudkan sinergi dan kolaborasi kelembagaan yang bersifat positif, konstruktif dan produktif dalam membangun ide, kajian strategis, dan pengembangan jejaring untuk percepatan pembangunan kemaritiman berbasis komunitas pesisir yang tangguh terhadap ancaman lingkungan dan berdaya guna dalamupaya pencapaian kekuatan ekonomi nasional yang mandiri.
Ruang lingkup kerjasama antara lain meliputi kolaborasi pemamfatan sumberdaya dan kepakaran, pertukaran data dan informasi, penyelenggaraan pertemuan ilmiah, diseminasi dan publikasi naskah ilmiah bereputasi nasional dan internasional, serta penyiapan dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor kemaritiman.

Turut hadir, Pendiri Yayasan Garuda Di lautku Inisiatif, Hanarko Djodi Pamungkas bersama jajaran yang menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian kerjasama ini sejalan dengan visi yayasan yaitu sebagai pusat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian dan pemanfaatan sumber daya pesisir, laut dan samudera, untuk pembangunan secara berkelanjutan dengan berperan aktif dalam menghasilkan pengetahuan, solusi inovatif, dan kebijakan berbasis ilmiah di Indonesia. Hal ini bukti komitmen dalam menjalankan misi yayasan yaitu mendukung percepatan pemantapan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru yang berkeadilan tanpa harus menggadaikan kedaulatan bangsa.

Kegiatan pertemuan ilmiah pertama akan dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Juli 2025 di Badan Riset dan Inovasi Nasional, Gedung B.J. Habibie, lantai 3, Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat, dengan metode Hybrid.Fokus kajian adalah tentang “Peran Ekonomi Biru dalam Mendukung Ketahanan Pangan melalui Pemanfaatan Sumber Daya Laut dan Pesisir secara Berkelanjutan”. Diskusi akan akan melibatkan para pakar dari usur pemerintah, civitas academica, peneliti, pelaku bisnis sektor pangan, komunitas penggiat lingkungan hidup, hingga perwakilan media.


